Selasa, 13 Maret 2012

Segelas jus alpukat...



Saya yakin diantara anda sudah sangat familiar dengan “jus alpukat”. Salah satu jenis jus yang mungkin menurut anda tidak terlalu istimewa dan begitu mudah ditemukan di setiap sudut warung ataupun gerobak jus yang kini hampir dengan mudah kita temukan bertebaran di emperan jalan. Bagi saya, jus Alpukat tidaklah se- biasa- itu. Hampir-hampir kata ‘jus’ bagi saya, hanya bisa diikuti dengan kata ‘alpukat’ bila saya memesan jus dalam setiap ‘kunjungan’ saya di warung atau rumah makan. Meskipun bagi orang lain mungkin jus jambu, mangga, strawberry ataupun jus lainnya mungkin dianggap lebih enak, namun tidak bagi saya. Bahkan sering ketika deretan menu minuman dalam sebuah kertas menu yang sudah berjejer dengan rapi dan saya baca satu demi satu, ingin rasanya menjatuhkan pilihan pada menu minuman lain, namun lagi-lagi tangan ini tak bisa terbohongi, tetap saja menuliskan kata “jus alpukat”. Ha..ha..ha..mungkin semasa saya hidup dalam alam paling tenang di dunia ini yaitu rahim ibu saya, barangkali dulu beliau meng’idam’ jus alpukat...ah, tapi apapun sebabnya, sampai hari ini saya begitu menyukai minuman yang bernama jus alpukat.

Sore ini terasa begitu istimewa bagi saya, betapa tidak, setelah hampir setengah hari menghabiskan waktu berkutat dengan layar “komputer jinjing” saya mampir ke sebuah gubug komputer untuk mengambil sebuah ‘laptop tua‘yang sudah hampir dua pekan ini ‘mondok’ di klinik reparasi ini. Berharap-harap cemas laptop itu bisa kembali ke pangkuan dengan ‘sehat’ kembali, namun tampaknya penyakitnya sudah ‘komplikasi’ dan ‘dokter laptop’ itu hanya bilang satu kalimat yang memupuskan harapan, “Maaf mas, enggak bisa lagi hidup laptopnya!”...Innalillahi wa inna ilaihi roji’un...Pasrah, tampaknya pilihan emosi yang tepat untuk situasi seperti ini, karena ‘penyakit’ yang di derita ‘laptop’ saya memang cenderung sudah mencapai stadium empat dan rata-rata dari setiap klinik yang saya datangi memang menyarankan untuk mengganti spare part yang harganya bisa mencapai separuh harga laptop baru...Maka sore ini, saya Ikhlas karena Alloh men-takdirkan untuk mengistirahatkan ‘laptop tua’ saya yang sudah menemani selama lebih dari lima tahun lamanya...

Di saat dalam kondisi seperti itu, saya teringat pesan Guru Kehidupan saya, Ustadz Yusuf Mansyur, laptop saya mengalami penyakit yang begitu parah, bisa jadi dikarenakan kurangnya sedekah yang saya lakukan, maka sore inipun saya bertekad untuk mengikuti anjuran dari Guru Kehidupan saya ini untuk ber-Sedekah... Bismillah, Ya Alloh, semoga Alloh mengkaruniakan rasa ikhlas dan pasrah kepada hati hamba ini dengan sedekah ini... Belum sampai keluar dari ruangan tempat saya bertransaksi dengan “dokter laptop” itu, saya melihat sosok seorang yang beberapa jam yang lalu ingin saya temui, namun karena rumah beliau cukup jauh, saya urungkan niat saya untuk bertemu beliau sore ini, tapi Subhanalloh, saat itu juga Alloh ‘kirimkan’ beliau di hadapan saya sore itu juga tepat persis di depan saya tanpa saya harus bersusah payah menemui rumah beliau yang jaraknya sangat-sangat jauh...ah, malu rasanya, baru sedikit saja ber-sedekah, Alloh langsung membalas dengan kebaikan yang tak disangka-sangka...
Keluar dari ruangan ‘dokter laptop’ itu, sayapun dikejutkan dengan kehadiran beberapa sahabat lama yang sudah beberapa bulan ini sangat sulit untuk menemuinya dikarenakan kesibukannya yang sangat hebat...suasanapun berubah menjadi hangat seketika, senyum, salam, keceriaan bersama rasanya pertemuan ini mengobati kerinduan kami yang selama ini kami tunggu-tunggu, Ya Alloh, balasan apalagi yang Engkau anugerahkan kepadaku ini, begitu sedikit jumlahnya hamba menunaikan sedekah, namun balasan-Mu begitu di segerakan...
Kamipun larut dalam suasana rindu dan senang yang bercampur dalam cerita-cerita kami satu sama lain...hingga kami duduk di sebuah meja kecil di samping klinik komputer itu...tak disadari, ternyata meja kecil itu milik sebuah warung makan yang bersebelahan dengan klinik komputer tersebut.. Tak lama salah satu sahabat saya inipun memesan minuman... “mas pesan dua gelas Jus Alpukat!”... sayapun tak begitu peduli dengan minuman pesanan sahabat saya ini, karena saya masih begitu asyik larut dalam cerita kesibukannya saat ini, apalagi sahabat saya ini baru saja mendapatkan sebuah pekerjaan yang menurut saya hebat dan tidak bisa diremehkan... tak berselang lama, Dua Gelas Jus Alpukatpun tiba, dan Subhanalloh, ternyata satu gelas Jus Alpukat itu dipesankan sahabat saya untuk-ku... Ya Alloh nikmat apalagi ini Ya Alloh, rasanya malu di hadapan Alloh... Alloh tahu betapa saya sangat menyukai minuman bernama Jus Alpukat, maka sore inipun Alloh kirimkan minuman itu di tengah kegembiraan saya bertemu dengan sahabat lama..... saya merasa sore ini saya diberi bertubi-tubi kenikmatan yang datang tanpa di sangka-sangka yang semuanya berasal dari “sedekah” yang jumlahnya menurut saya sangat kecil di hadapan Alloh..
Ya, barangsiapa menunaikan sedekah, maka Alloh sendiri yang akan memberi balasan TERBAIK untuknya... Alloh Maha Adil, Alloh Maha Kaya, sangat mudah bagi Alloh membuat berbagai macam skenario dalam hidup kita untuk membuat diri kita merasakan nikmat. Bagi saya sore ini Alloh menampakkan janjinya di mata saya, bahwa sedekah itu pada dasarnya pahalanya akan dikembalikan kepada diri kita...dengan jumlah yang Jauh berlipat lebih banyak dibandingkan nilai ‘sesuatu’ yang kita sedekahkan...
       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar