
Udara sejuk pagi itu mengiringi perjalanan
saya menuju kota kembang yg sudah 2 tahun ini belum lagi sempat saya
singgahi. Kabut yg menyelimuti view kota ini tak mampu menyembunyikan
keindahan dan keelokan kota tersebut.Hiruk pikuk lalu lintas pagi
memperkuat kesan ramainya kota yg menyimpan banyak kenangan bagi saya
sejak kecil hingga saat saya masih berstatus mahasiswa.
Bbrp menit lagi,kereta yg sy tumpangi akan segera tiba di stasiun
jantung pusat kota. Sederet alamat yg sdh saya tulis sebelumnya di
hape,modal pagi ini untuk saya datangi satu-satu.
Akhirnya
sampai juga (sambil ucap syukur,kaki saya injakkan ke bumi kota
kembang).Sudah banyak berubah,dan perubahannya cukup pesat. Tak berapa
lama,saya sampai di sebuah mall pusat perbelanjaan terbesar dikota ini.
Tempat meeting yg pertama. Dengan tiga rekan lain,kamipun duduk di
coffee shop sebuah franchise Internasional.
Bbrp jam
kemudian,kamipun berpisah,sayapun kemudian menuju ke alamat selanjutnya
yg sudah masuk dalam daftar kunjungan. Tak lama,sayapun sampai disebuah
rumah dgn alamat persis spt yg tertera dlm catatan saya.Rumah megah yg
tak tampak spt kantor,tapi benar ini alamat yg dimaksud. Sayapun
beranikan menyapa salah satu org yg mondar-mandir di depan kantor itu.
Ternyata memang tdk salah alamat itu. Masuk pertama kali di ruangan
depan,saya merasakan aura yg berbeda dr aura ruangan biasanya.
Sebagaimana ruangan tempat latihan Gym,ruangan ini dikelilingi oleh kaca
yg kemungkinan besar ruangan ini digunakan utk latihan suatu aktivitas.
Masuk ke ruangan berikutnya,saya menemukan pemandangan yg bagi saya
istimewa. Ruangan itu dipenuhi org2 Istimewa yg mempunyai disabilitas
berbagai macam,mulai dari diberi karunia disabilitas
pendengaran,penglihatan,mental,dll.
Awalnya saya berinteraksi dgn mereka, saya anggap spt disabilitas yg
lain. Namun lama berinteraksi,saya merasakan energi yg berbeda."MEREKA
bukan orang biasa" gumam saya dlm hati.
Hingga dugaan saya itu
terjawab kebenarannya setelah saya memperoleh penjelasan dr temen
saya(manajer program) di perusahaan itu. Mereka ternyata org pilihan
stlah melalui seleksi panjang dari 100 orang calon Motivator dr bbrp
anak disable.
Tak henti2nya sy memuji kebesaran Alloh
saat melihat,mendengar dan hadir dalam latihan pentas siang itu.Tak
terasa,air matapun mengalir dr dua mata yg sejak tadi kering menatap
keelokan dan kesungguhan mereka dlm melakukan latihan.
Bernyanyi,menari,puisi...semua
tampak sempurna di mata saya,bahkan,lebih dari sekedar sempurna.Krn
dalam program motivasi yg dikemas teatrikal itu mereka berbicara dgn
hati, mereka memberi bumbu dgn kesungguhan dan menyajikan dgn kehebatan.
Sayapun mengacungkan dua jempol untuk teman saya sebagai manajer
program acara tersebut.Tanpanya,rasanya talenta-talenta hebat itu tak
akan terlihat bersinergi secara apik dan indah...Subhanalloh...maka
sekali lagi,saya membuktikan perkataan guru Expert saya (Jamil Azzaini)
bahwa untuk menjadi org hebat,carilah guru-guru hebat dalam mengasah
passion anda...#

Belum siap...terlalu dini...belum saatnya...nunggu waktu yang tepat...biar wisuda dulu...
Beberapa alasan itu meluncur tajam dari beberapa org tua yg putrinya
tiba-tiba dilamar oleh seorang pangeran kesiangan yang kelihatan masih
"ingusan".Beberapa terlihat tegar mendengar jawaban itu,namun tak
sedikit laki-laki yg sepulang dari rumah gajacamer (gagal jadi calon
mertua) mengendarai kencang-kencang kendaraannya biar air mata-nya
segera menguap dari pipi yg sudah bertahun-tahun ini jarang basah oleh
air mata...
"Mau dibawa kemana hubungan kita...!" Lirik lagu
keras terdengar dari balik headset laki-laki yg galau stadium empat
ini.Mendadak headset seukuran biji kelengkeng terus-terusan menemani dua
pasang telinga yang tak berhenti-berhenti memutar lagi 'mellow' nan
sedih yg tujuannya merenungi nasib penolakannya...
Matanya
seolah2 mengajak dirinya terus menerus membelalak,menatap satu demi satu
bayangan kejadian "mengerikan" yang baru saja dialaminya hari
ini...sesekali bayangan itu terlihat seperti tiga dimensi, mengajak
dirinya terlibat persis saat dia duduk dihadapan gajacamer (gagal jadi
calon mertua) beberapa jam yg lalu...
Tiba2 saja saat matanya
dipaksa terpejam, bayangan itu pergi.Namun kini laki-laki jomblo itu
ganti menatap sebuah papan dari kertas manila yang ada judulnya "Dream
board".Tulisan itu tampak begitu dia kenali...ya, tulisan tangannya
sendiri setahun yg lalu, saat dia ikut sebuah seminar tentang Life Map,
dia dgn berapi-api menulis "Menikah tahun 2012"
"Namun semua
itu tinggal sebuah tulisan...!" Kata laki-laki ini sambil menarik
selimut menutupi mukanya yg dari tadi hanya menutup separuh badan.
Pembaca yg budiman,manusia penuh dgn impian dan harapan...tidak ada yg
salah dgn impian yg di tulis dan ingin dicapaim. Yang salah adalah
berhenti meng-Impikan dan berhenti membuat harapan yang tinggi apalagi
kehilangan energi utk mewujudkan impian mulia...termasuk untuk menikah,
dikarenakan ia Sunnah, maka mengikuti sunnah Rasul menjadi sebuah
keharusan sbg seorg Muslim.
Jangan berhenti menemukan jodoh
gara-gara ditolak.Jangan berhenti berdo'a pada Alloh gara-gara tak
kunjung berhasil ta'aruf.Jangan berhenti berikhtiar gara-gara kalah
cepat menikah dari teman-teman anda.Karena menikah itu mulia, maka
muliakanlah cara-cara untuk mencapai pernikahan anda.Dari mulai mencari
pasangan,ta'aruf,hingga bersanding di pelaminan. Syukur-syukur dgn
pernikahan itu Alloh buka seluas-luasnya pintu rezeki-Nya dan memberi
rizki dr arah yg tdk disangka-sangka, seperti teman saya yg bbrp hari
setelah menikah, dapat Undian Mobil (Asli, beneran, cius...)
Hmm...semoga mengharu biru..#
Ingin ngobrol dgn saya,follow @DinarApriyanto