Minggu, 11 Maret 2012

Jangan berputus asa...



By : Dinar Apriyanto

Pagi ini, di teras masjid, seorang nenek berusia sekitar 80 tahun berjalan pelan dengan tubuhnya yang terbungkuk. Setengah tubuhnya masih berselimut mukena putih kusut yang sudah berubah warna sedikit kecoklatan. Garis-garis di wajahnya nampak sekali memperlihatkan begitu ‘sepuh’nya beliau...bila dilihat dari fisik, memang hampir-hampir keistimewaan beliau tak nampak lagi...Namun siapa sangka kalau Nenek yang sudah hampir berusia 80 tahun ini tergolong seorang ‘Penjaga Wahyu Alloh’.

Nenek ini buta huruf latin, dia juga tidak sekolah SD, namun Nenek ini begitu istimewa, karena di tengah kondisinya yang buta huruf, beliau mampu Baca Tulis Al Qur’an...beliau setelah selesai sholat magrib di masjid hampir selalu menyendiri di masjid untuk menghapal ayat-ayat Qur’an dan selalu membacanya dengan suara yang cukup keras.  Nenek yang baru saya kenal empat tahun belakangan ini adalah seorang Nenek yang hampir setiap selesai Sholat berjama’ah di Masjid beliau hampir selalu menyempatkan diri untuk bertanya sesuatu pada saya, pertanyaannya bukan seputar ‘keluhan hidup’ namun beliau hampir sering bertanya tentang makna kata-kata dalam Al Qur’an...

Sabtu, 10 Maret 2012

Mungkin kita belum bersyukur...



by : Dinar Apriyanto

Pagi ini, perjalanan sekitar 15 km saya tempuh menuju sebuah Kecamatan di sebuah Kaki Bukit Gunung Kidul yang terkenal dengan keelokan alam-nya, diiringi pemandangan sawah dan pedesaan, rasanya perjalanan pagi ini begitu sempurna ditambah segarnya hembusan angin yang bertiup pelan dan langit yang sedikit mendung...

Sekitar setengah jam perjala...nan akhirnya sampai juga di sebuah sekolah... tampaknya tidak salah kalau nama sekolah itu “Sekolah Luar Biasa!” betapa tidak... ketika pertama kali masuk ruangan, saya menemukan ‘aura’ semangat yang tidak biasa, berbeda..dan benar-benar hidup! Ah, sambutan hangat para guru, teriakan semangat para murid, dan senyuman hampir semua ‘penghuni’ ruangan itu..benar-benar Excelent!

Siapa sangka mereka tak seperti yang terlihat...deretan kursi depan, adalah mereka yang diberi karunia Alloh “tuna rungu”, deretan kedua diduduki siswa yang dikaruniai ‘down syndrom’, deretan ketiga duduk rapi siswa yang dikaruniai ‘tuna wicara’ dan di sekeliling siswa- siswi tersebut tertata rapi siswa-siswi yang ‘tuna rungu, tuli dan bisu’... Subhanalloh...