
Sabtu
pagi pekan lalu saya begitu bersemangat untuk menghadiri sebuah acara
Seminar di sebuah Sekolah Tinggi di sebuah kota. Saya mengetahui acara
ini dari sebuah brosur yang berserakan hampir di setiap masjid, sejak
Jum’at pekan lalu. Seminar yang cukup membuat saya penasaran “Teknik
Mudah Menghapal Al Qur’an”. Dari segi judulnya saja sudah menar...ik perhatian saya, apalagi Pengisi Acaranya adalah Syaikh Ali Jaber, Ustadz kondang yang sering muncul di TV One.
Setelah malam harinya saya ketinggalan momen Pengajian Akbar dengan
Syaikh Ali Jaber. Pagi ini, saya bertekad untuk datang tepat waktu dan
duduk paling depan. Singkat cerita, Tepat jam 09.00 pagi, saya sudah
duduk di tengah-tengah acara. Namun, saya kecewa karena bayangan saya
duduk di paling depan sepertinya gak bakalan terwujud, karena ternyata
acara dimulai sejak jam 08.00 tadi. Huf, malangnya diriku...namun saya
tetap berusaha membuat hati ini terhibur, dalam hati berkata, “Bisa
duduk di tengah majelis ini saja, rasanya sudah bersyukur!” Hmm...
tiba-tiba Syaikh Ali Jaber menutup pembicaraan dengan do’a.” What!?
Sudah selesai acaranya?” teriak saya dalam hati... yah, lengkap sudah
penderitaan saya – pikirku- sudah terlambat, duduk paling belakang,
habis pula materinya...wah..wah...
Kemudian panitiapun angkat bicara, “Bagi peserta yang akan mengikuti Seminar, silahkan naik ke lantai tiga!”
Alhamdulillah...ternyata acara yang saya ikuti tadi bukanlah acara
Seminar yang dimaksud dalam brosur yang saya baca. Acara itu hanya
rangkaian acara saja yang diadakan sebelum seminar..Alhamdulillah..Tanpa
pikir panjang, karena posisi tempat duduk saya paling belakang dan
dekat pintu, sayapun langsung ‘tancap gas’ berlari kecil biar bisa duduk
paling depan.
Sampai di ruangan, suasana masih sepi, mungkin baru
ada satu dan beberapa orang yang duduk-duduk santai...tanpa pikir
panjang, saya duduk di barisan pertama, paling depan. Sengaja saya duduk
di dekat layar LCD biar bisa sekalian ‘record’ video melalui
laptop..hi..hi..kata pepatah sambil menyelam minum susu...Nah, peralatan
rekam, handycam, kamera dan laptop-pun sesegera mungkin saya pasang dan
ambil posisi..(ini peserta apa seksi dokumentasi sih???) ah, walau
tampak ribet, yang penting ilmunya bisa direkam..he..he..dan yang kagak
datang bisa dengerin nih dari rekamannya...
Menit, demi menit
berlalu, dan akhirnya para pesertapun berduyun-duyun mulai memadati
ruangan, hingga lumayan penuh sesak...Syaikh Ali Jabir-pun mulai
menempatkan diri tepat lima langkah di depan saya..yah, Wajah Khas Arab
beliau terlihat jelas dari sisi tempat duduk saya...Video, kamera,
laptop-pun sudah mulai beraksi merekam dan tak melewatkan satu detik pun
momen terlewatkan... Ah..senangnya! Tanpa berlama-lama layaknya acara
resmi yang berjubel penuh sambutan, kali ini panitia cukup bijak dengan
langsung memberikan waktu untuk Syaikh Ali Jaber memberikan ilmunya..
Di tengah acara, beliau memberi kesempatan kepada salah satu peserta, “
Silahkan salah satu peserta yang bersedia membantu saya untuk maju ke
depan!” kata beliau...sayapun spontan mengangkat tangan saya...namun
terlambat, salah satu teman saya yang duduk tepat di depan Syaikh lebih
duluan terlihat mengangkat tangan dibandingkan saya yang duduk di
samping kiri beliau..Maka teman saya mendapatkan sebuah tantangan untuk
mengisikan tanah ke dalam gelas, dan tidak boleh ada tanah yang
tercecer...teman saya berusaha menyelesaikan tantangan itu, namun belum
berhasil juga, hingga beliau memberi kesempatan lagi, “Siapa yang bisa
membantu!?” lagi –lagi saya mengangkat tangan dan lagi-lagi saya tidak
lebih jelas terlihat dibandingkan teman saya yang duduk di tengah-tengah
peserta...Akhirnya dua teman saya itu berhasil menyelesaikan tantangan
dan oleh Syaikh Ali Jaber memperoleh dua buah CD
materi..wah..senangnya... Sayapun bertekad untuk maju ke depan untuk
kesempatan berikutnya..